Laporan laba rugi adalah laporan keuangan paling penting bagi setiap bisnis — termasuk UMKM. Laporan ini menjawab satu pertanyaan sederhana: apakah bisnis kamu untung atau rugi bulan ini?
Tanpa laporan laba rugi, kamu tidak bisa tahu apakah bisnis sedang sehat atau justru sedang “bakar uang”. Artikel ini menjelaskan cara membuat laporan laba rugi yang sederhana namun efektif untuk UMKM.

Apa Itu Laporan Laba Rugi?
Laporan laba rugi (Profit & Loss Statement / Income Statement) adalah ringkasan pendapatan, biaya, dan keuntungan bisnis dalam periode tertentu (biasanya bulanan atau tahunan). Fungsinya:
- Mengetahui apakah bisnis untung atau rugi
- Memantau tren pendapatan dan pengeluaran
- Dasar pengambilan keputusan bisnis (naikkan harga, kurangi biaya, dll.)
- Syarat pengajuan kredit usaha atau investor
Komponen Utama Laporan Laba Rugi UMKM
1. Pendapatan (Revenue)
Total penjualan produk atau jasa dalam periode tersebut, sebelum dikurangi biaya apapun.
2. Harga Pokok Penjualan (HPP / COGS)
Biaya langsung untuk menghasilkan produk yang terjual: bahan baku, biaya produksi, ongkos pengiriman ke gudang.
3. Laba Kotor (Gross Profit)
Laba Kotor = Pendapatan – HPP
Ini menunjukkan berapa keuntungan sebelum biaya operasional dikurangi.
4. Biaya Operasional (Operating Expenses)
- Gaji karyawan
- Sewa tempat usaha
- Listrik, air, internet
- Biaya pemasaran dan iklan
- Perlengkapan kantor/toko
5. Laba Bersih (Net Profit)
Laba Bersih = Laba Kotor – Biaya Operasional
Ini adalah keuntungan nyata yang bisa kamu ambil dari bisnis.

Contoh Laporan Laba Rugi UMKM Sederhana
Laporan Laba Rugi — Toko Sembako Pak Budi
Periode: Juli 2026
| PENDAPATAN | |
| Penjualan produk | Rp 45.000.000 |
| Total Pendapatan | Rp 45.000.000 |
| HARGA POKOK PENJUALAN | |
| Pembelian barang dagangan | Rp 30.000.000 |
| Ongkos kirim dari supplier | Rp 500.000 |
| Total HPP | Rp 30.500.000 |
| LABA KOTOR | Rp 14.500.000 |
| BIAYA OPERASIONAL | |
| Gaji karyawan | Rp 4.000.000 |
| Sewa toko | Rp 3.000.000 |
| Listrik | Rp 800.000 |
| Biaya iklan online | Rp 500.000 |
| Total Biaya Operasional | Rp 8.300.000 |
| LABA BERSIH | Rp 6.200.000 |
Cara Membuat Laporan Laba Rugi UMKM
- Catat semua penjualan harian — gunakan aplikasi kasir atau buku kas
- Catat semua pembelian dan biaya — simpan semua nota/invoice dari supplier
- Rekap setiap akhir bulan — hitung total pendapatan dan semua biaya
- Buat format di Excel/Google Sheets — atau gunakan template gratis dari Posfoo
- Bandingkan dengan bulan sebelumnya — untuk melihat tren pertumbuhan
Cara Otomatis dengan Aplikasi POS
Jika kamu menggunakan aplikasi kasir/POS yang terintegrasi dengan akuntansi, laporan laba rugi bisa tergenerate otomatis setiap saat — tanpa input manual. Kamu hanya perlu:
- Input setiap transaksi penjualan di kasir
- Input setiap pembelian barang ke sistem
- Buka menu “Laporan” → “Laba Rugi”
Kesimpulan
Laporan laba rugi sederhana bisa dibuat dengan Excel atau aplikasi kasir dalam hitungan menit. Yang penting: catat setiap transaksi secara konsisten. Mulai bulan ini, biasakan buat laporan laba rugi setiap akhir bulan — dan lihat bagaimana bisnis kamu berkembang.
Posfoo menghasilkan laporan laba rugi otomatis dari setiap transaksi kasir — tanpa perlu akuntansi manual.